Di saat negeri ini mulai berada pada arus globalisasi yang berkembang begitu pesat di bidang teknologi, pemerintah malah membuat pergerakan yang enggak senada. Pemerintah membuat kurikulum baru yang disebut kurikulum 2013 menggantikan kurikulum lama yang dianggap udah enggak efektif lagi. Nah, yang jadi perdebatan banyak orang adalah: “Bukan soal kurikulum barunya, tapi kenapa pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dihapuskan dari daftar mata pelajaran kurikulum 2013 tersebut.
Masih dengan saya Nurul Huda di lomba Blog Competition yang diadakan oleh STIKOM dengan tema IT Knowledge Education. Karena saya bingung mau menulis apa, yaudah… saya mau bahas tentang ini aja, tentang mengapa kok pelajaran TIK menghilang di kurikulum 2013?
Saya sudah membaca di sana sini tentang kurikulum baru tersebut, tapi tetap masih belum mengerti apa alasan kuat pemerintah meniadakan pelajaran TIK. Sudah banyak pro dan kontra di forum-forum semacam kaskus, grup facebook, dan lain-lain, tapi saya juga belum mengerti. Dan sudah banyak sekali cewek-cewek cantik yang berlalu-lalang di timeline twitter saya, tapi tetap aja saya masih Jomblo. *curcol*
Menyimpulkan atas apa yang udah saya baca, di sini saya akan menuliskan tentang sisi positif dan sisi negatif dari keputusan pemerintah menghapuskan TIK dari daftar mata pelajaran kurikulum 2013. Langsung aja:
Negatif:
- Murid murid pedesaan menjadi makin gaptek karena di sana bahkan mereka tidak mempunyai komputer atau laptop untuk belajar secara auto didak. Hal ini akan menimbulkan perbedaan yang radikal antara anak desa yang ‘gaptek’ dengan anak kota yang ‘canggih’
- Murid murid tidak mampu untuk membuat dokumen untuk tugas-tugas mereka karena mereka tidak mendapatkan pelajaran tentang itu. Dan kemungkinan besar, yang mereka bisa hanya lah bermain game dan game.
- Mematikan murid-murid yang bercita-cita menjadi programmer, karena sekali lagi mereka tidak mendapatkan suplaian materi tentang TIK di sekolah.
Positif:
- Makin gaptek murid-murid Indonesia, makin susah mereka mendapatkan konten-konten pornografi dari internet.
- Bisa lebih difokuskan ke pelajaran pokok.
Iya, dari yang saya baca. Saya hanya bisa menyimpulkan itu saja. Hanya ada 3 sisi negatif dan 2 sisi positif. Intinya, lebih banyak negatifnya dari pada positifnya. Kalau menurut saya pribadi, saya tidak setuju dengan pemerintah, karena TIK sangat penting bagi pelajar Indonesia. Bayangkan jika tidak ada TIK, mungkin pelajar-pelajar anak bangsa bisanya cuma main game online doang dan bermain di jejaring sosial, bahkan untuk mengerjakan tugas-tugas harian yang harus diketik dan dicetakpun mereka gak bisa. Bayangkan kalau pelajar kita gaptek, bagaimana mereka bisa berkembang tanpa bisa menggunakan komputer? tanpa bisa memanfaatkan internet dengan baik? mau jadi apa tunas bangsa ini tanpa TIK di sekolah? untuk tahu kalau negara kita disadap oleh negara tetangga saja butuh waktu bertahun-tahun. Jadi saya kira, TIK harus tetap ada di kurikulum 2013 ini. Sekian.

0 komentar:
Posting Komentar